Heboh Aliran Sesat di Gegerkalong, Bandung, Cek Fakta dan Penjelasan Polisi Serta Warga Sekitar

Hana Berita
0

aliran sesat gegerkalong


Hana Berita - Kontroversi mengenai ajaran aliran sesat di daerah Gegerkalong, Bandung, kini menghebohkan publik.


Sebuah video yang menampilkan kegiatan sekelompok orang yang diduga sedang melakukan ajaran aliran sesat telah tersebar dan menjadi viral di media sosial Twitter.


Penyebaran video ini juga berlanjut melalui pesan WhatsApp dan menuai berbagai reaksi dari warganet, termasuk rasa takut dan kekhawatiran.


Dalam video amatir tersebut, terlihat sekelompok orang yang bergerak seolah menari dalam sebuah ruangan yang temaram dengan pencahayaan berwarna merah.


Suara dalam video bertanya apakah mereka sedang beribadah atau menari. Video ini telah mendapatkan banyak perhatian, dengan jumlah tayangan mencapai 1,9 juta, retweet sebanyak 2.383, kutipan sebanyak 1.672, dan 12 ribu suka.


Banyak warganet yang melihat video ini mengaku merasa takut.


Ada yang menyebutkan bahwa mereka lebih takut melihat video ini daripada melihat setan asli.


Beberapa warganet juga mengungkapkan kepanikannya, bahkan ada yang mengaku tidak bisa tidur semalaman karena sangat takut.


Kepolisian turun tangan dalam kasus ini dan menjaga keamanan di wilayah tersebut.


Namun, Kapolsek Sukasari, Kompol Mohammad Darmawan, menegaskan bahwa kepolisian tidak dapat menyimpulkan kegiatan dalam video tersebut sebagai aliran sesat.


Menurutnya, penilaian mengenai aliran sesat atau tidaknya harus diberikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).


Pihak kepolisian hanya fokus pada aspek keamanan.


Darmawan menjelaskan bahwa kepolisian mengamankan kawasan Gegerkalong Kecamatan Sukasari pada malam Jumat (28/7/2023) untuk mencegah terjadinya bentrok.


Ada beberapa pihak yang tidak setuju dengan kegiatan yang sedang berlangsung. Kepolisian berusaha menjaga agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kekacauan, serta menjaga kondusifitas daerah tersebut.


Meskipun sempat memancing reaksi dari warga, Darmawan mengklaim bahwa situasi di lokasi kejadian saat ini sudah aman dan kondusif.


Pihak-pihak yang menolak kegiatan tersebut juga sudah pulang dengan sendirinya.


Namun, perlu diingat bahwa penjelasan dari pihak kepolisian ini tidak menunjukkan adanya kesimpulan pasti mengenai adanya kelompok aliran sesat di Gegerkalong, Bandung.


Penilaian lebih lanjut tetap menjadi kewenangan instansi terkait seperti MUI atau Kesbangpol.


Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan percaya pada proses hukum yang berlaku serta mendukung langkah-langkah keamanan yang diambil oleh kepolisian.

Artikel ini diolah dari Bangkapos (01/8/23).

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)