Vonis Mati Untuk Pelaku Pembunuhan Wanita Hamil di Pantai Ngrawe

Hana Berita
0

ERW(kiri), AA (kanan)

Dua terdakwa pembunuhan yang mayatnya di huang di pantai ngrawe, Gunungkidul di vonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Wonosari.


Mereka adalah Eko Ronggo Wakito (27) dan Agus Ariyono (37).


Kedua terbukti melakukan pembunuhan kepada RN (25), wanita yang tengah hamil 7bulan pada November 2022.


"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana mati. Menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan," kata Hakim Ketua I Gede Adi Muliawan yang didampingi oleh hakim anggota Imam Santoso dan Aditya Widyatmoko saat sidang putusan yang digelar di ruang sidang Garuda Pengadilan Negeri Wonosari, Selasa (16/5/2023).


Kepala Seksi Intel, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul, Herman Hidayat menjelaskan, Ini merupakan sidang lanjutan yang sebelumnya tuntutan sudah bacakan saat sidang di pengadilan Negeri Wonosari, Selasa (28/03/2023).


Pembunuhan dinilai sadis karena RN sedang dalam kondisi hamil, maka korbannya ada dua orang.


Herman mengatakan, sebelumnya ERW sudah melakukan percobaan pembunuhan terhadap RN. Maka semakin memberatkan statusnya sebagai pelaku.


Tuntutan tersebut juga di sesuaikan terhadap program perlindungan perempuan dan anak.


Herman menjelaskan, tuntutan ini belum menjadi vonis mutlak, karena proses persidangan masih ada setidaknya empat kali kedepan.


Pekan depan akan ada pembacaan Replik atau jawaban dari penggugat dan Duplik/ jawab tergugat atas Replik.


Setelah itu baru putusan hakim untuk terdakwa.


Diketahui, ERW melakukan pembunuhan karena RN menolak menggugurkan kandungan hasil hubungan keduanya.


AA merupakan tetangga ERW yang ikut membantu melakukan pembunuhan.


RN di bunuh pada 14 November 2022 dini hari dengan cara di lempar dari atas tebing pantai kukup, dan jasadnya di temukan keesokan harinya di pantai Ngrawe.


Kandungan korban berusia 28 minggu, hal itu diketahui dari hasil forensik RS Bhayangkara Yogyakarta.


Kejadian berawal ketika pelaku merayu korban untuk melakukan ritual kandungan.


ERW, AA dan RN menggunakan mobil sewaan untuk berangkat dari solo menuju Gunungkidul.


Mereka tiba di pantai Kukup, Tanjungsari sekitar pukul 00.30 WIB.


Mereka lanjut mengobrol di gardu pandang pantai kukup, dan pelaku meminta korban untuk membuka seluruh pakaian.


Melihat korban tanpa busana, membuat pelaku bergairah dan mengajak korban untuk berhubungan badan.


Saat itu pelaku sudah berusaha mendorong korban, namun tak berhasil.


Pelaku terus berupaya menghabisi nyawa korban.


ERW membekap korban dan meminta bantuan AA untuk menggulingkannya.


Ironisnya, saat melihat korban tak berdaya AA sempat melakukan pelecehan.


Pada saat korban belum sepenuhnya meninggal, ada upaya pelaku saat mengangkat itu ada tangga dan sengaja badan korban diturunkan agar terbentur-bentur lalu digulingkan.(tribunjogja)

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)